Memantaskan Diri

by gumilangra

Enam hari lagi, kami, tim pengajar serta panitia Gerakan UI Mengajar akan berangkat menuju enam titik aksi yang tersebar di Kecamatan Cimanggu, Jampang Kulon, dan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi. Berbagai perasaan semakin intens dan campur aduk, seiring dengan semakin dekatnya hari-H tersebut. Kekhawatiran, semangat, harapan, syukur, ketegangan, dan rasa penasaran larut jadi satu, mengidentifikasi apa yang kurasa menjadi tantangan tersendiri belakangan ini.

66d2ab31e6075423eb891bb8b83be72fSebulan yang lalu, kami berjanji di depan orang-orang terkasih serta khalayalak lainnya. Untuk mengabdikan diri dengan setulus-tulusnya, memberikan hal terbaik yang bisa kami berikan. Hingga hari ini tiba, beragam pengalaman, pembelajaran, pandangan, dan gagasan, baik yang memang secara sengaja dipersiapkan untuk membekali kami maupun tidak, menjadi ramuan penting dalam proses refleksi atas langkah yang saya ambil. Proses yang pada akhirnya mengantarkan saya pada sebuah pertanyaan, “Seberapa pantas dan siapkah saya atas peran ini?”

Bahwa kedatangan kami yang tak genap sebulan bukan hanya tentang ketidakberesan dalam pelaksanaan pendidikan di negara ini dan kami sebagai intervensionis pada tataran implementasinya. Ini bukan hanya sekadar tentang mengajar dengan metode kreatif sebaik mungkin dalam konteks yang mengandung segala keterbatasan. Bukan pula membangun orientasi kekotaan yang dengan segala kemapanannya, belum tentu menawarkan solusi berdaya guna. Ini juga mengenai kami yang akan membagi sedikit perspektif kami, menampilkan sekelibat nilai yang kami pegang. Sudah seberapa pantas saya untuk itu? Ini juga mengenai kami yang harus menjadi lembaran yang mampu membuka diri atas berbagai pelajaran, menyerap berbagai kebijaksanaan. Sudah seberapa siap saya untuk itu?

Merupakan hal yang penting untuk membuka pikiran sebelum kita berharap bisa membuka pikiran orang lain atas perspektif baru. Untuk mencoba mengerti sebelum berharap bisa dimengerti. Saya percaya bahwa proses pembelajaran dan proses memantaskan diri adalah proses yang panjang dan berkesinambungan, dan itu harus dimulai dari diri kita masing-masing sebelum kita bergerak untuk orang lain.

Advertisements