What’s Your Life Goal?

by gumilangra

“What’s your life goal?”

It was after midnight when a friend asked me that question amid our conversation. Didn’t take a long time for me to answer it for I always have the thought of it in my mind these days. As our conversation kept going on, my curiosity arose: how about the others? I was wondering about it, their life goal. So, I decided to simply ask them. I called 26 of my friends through instant messaging and asked them the same question I got earlier.

I got various kinds of answer that somehow gave me a chance to see through my friends’ perspective. There was some kind of excitement whenever I read it one by one.

Here are their responses (Rewritten word to word, with little punctuation revision):

  1. Being a good khalifah on earth.
  2. Mau bekerja sesuai passion sembari travel around the world. Terus mau punya anak, mau ngerasain kaya ibu gitu, disayang sama anaknya haha. Tujuannya: supaya bahagia sembari membahagiakan orang lain.
  3. Living my whole life with passion.
  4. Being a person that can empower others.
  5. Being someone I’m not ashamed of.
  6. Menjadi manusia seutuhnya.
  7. Jadi ibu yang baik.
  8. Ga punya. Gue mendapati diri gue bernafas dan dapat membuka mata di tiap pagi. Ya udah makanya hidup. Entahlah hahaha. Itu yang menjadi alasan gue hidup saat ini.
  9. Sejujurnya gue pun masih mencari. Secara umum gue ingin bermanfaat untuk banyak orang. Caranya dan bidang apa yang mau gue fokuskan itu masih dalam tahap penjajakan.
  10. Jawaban klasiknya sih… menghamba kepada Tuhan. Tapi, jawaban jujurnya money… karena dengan money bisa beli power, money and power. Uang dan kekuasaan.
  11. My life goal? To be happy? No, to be happy with the people I love.
  12. Mencapai moksa. Moksa itu bersatunya atman dengan Brahman. Atman itu yang mengisi jiwa manusia, untuk dapat hidup. Brahman itu Tuhan. Jadi kalo selama hidup masih melakukan keburukan, manusia kan bakal hidup lagi, reinkarnasi. Nah, kalo dia melakukan kebaikan selama hidupnya dan dianggap pantas mencapai moksa ya dia bakal bersatu sama Tuhan. Itu sepemahamanku di agamaku. Itu tujuan hidup umat Hindu. Aku pribadi menyederhanakannya dengan selalu berbuat kebaikan… walaupun manusia ga luput dari kesalahan.
  13. Bermanfaat.
  14. Hmmm, pengen punya TK yang keren.
  15. I wanna do something that makes my whole life worthwhile. Like, being as one with the universe, being rahmatan lil ‘alamiin. And if that should probably be too much, I wanna be the one who raises the future of the great mother earth.
  16. Goal ya… Mmm banyak. Untuk diri sendiri, untuk keluarga, untuk keluarga gue nanti, untuk masyarakat, untuk negara, untuk agama. Sekarang gue lagi coba ada di track untuk mencapai itu semua. Intinya, gue selalu membayangkan diri gue di masa depan lagi mainin beberapa bola bersamaan.
  17. Masuk halaman sosialita Kompas.
  18. Mati, I guess. Hanya karena kita melihat di sekeliling segelintir orang mati, dan banyak cerita soal orang mati, bukan berarti kita bisa yakin pasti mati. Siapa tahu nanti… ga bisa mati. Inductive reasoning ga bisa kasih kepastian. Alah, anyway, mati dengan cara baik-baik jelas adalah goal.
  19. Bermanfaat bagi orang lain. Hahaha. Spesifically, I want to empower and educate poor children. Sounds cliche, eh? :p Payung besarnya banget sih gue pengen berkontribusi mewariskan dunia yang lebih baik, lebih waras buat keturunan gue dan keturunan umat manusia lainnya. Hahahaha.
  20. Tidak menyulitkan orang tua sama sekali dalam hal finansial, bisa bantu sekolahin adek dan punya keluarga kecil yang sederhana. Cetek ya? Hahaha malu.
  21. To know more. And help others to know more. Kemarin malam baru saja gue ngomongin ini sama temen gue. Kesimpulannya adalah your most basic emotional sensitivity, or reactivity, akan mengarahkan life goals elu. Misalnya: life goals gue itu karena my most sensitized emotion is wonder. Therefore it is my most salient reward system.
  22. Pursuing happiness. The ultimate happiness.
  23. Kalau gue sih, tujuan hidup gue adalah mengabdikan diri gue kepada masyarakat. Gue ingin, dengan apa yang gue punya, gue dapat memberikan sesuatu ke masyarakat. Tapi gue ingin mengabdi dengan jiwa yang murni. Dan gue masih mempersiapkan diri untuk itu.
  24. Surga. Haha malu sih tapi masih jauh banget dari itu. Bermanfaat bagi orang banyak, salah satu jalan yang aku pilih buat menuju ke situnya.
  25. Life goal: 1. Pengen ga diremehin orang lagi. Isu personal sih ini dari kecil sampe sekarang gue bergelut sama remehan orang. Tapi berhubung sampe kapanpun ga mungkin ga ada orang yang ngeremehin setinggi apapun jabatan/pendidikan/prestasi, ini yang drive gue buat achieve more, grow faster. 2. Jadi bermanfaat buat sebanyak-banyaknya orang. 3. Bikin tempat tinggal (dunia) yang lebih baik lagi.
  26. Membahagiakan orang tua dan memajukan pendidikan di Indonesia. Membahagiakan anak-anak Indonesia juga.

Well, then how about me? My life goal is to be fully independent. To be able to shape my own life, to be able to choose the way I’d go to. To appreciate the freedom, and to make sure that everyone’s able to do so. To be strong enough not only to stand up for myself, but also to lift people up. It wouldn’t be an easy way, but hey, I already took few steps and so far, it’s not only ‘okay’, it feels great.

As I said before, it’s exciting to try looking through people’s perspective based on their goal for life. But beside that, some of them are also quite evocative, at least for me. I can actually see that one’s life goal isn’t only about achievement or capacity to achieve something, but also—or maybe more importantly—about how we see ourselves; about the continuous process we live; and about how we face the end of life itself.

So, what’s your life goal? :)

Advertisements