Untuk yang Kelima

by gumilangra

Kita masih terus berjuang, menjelang akhir tahun ketiga di Fakultas Psikologi UI, saat-saat ketika tuntutan akademis semakin memuncak, terwujud dalam tugas-tugas kuliah yang seakan tak pernah habis serta materi pembelajaran yang semakin lama semakin kompleks dan menantang.Melangkah semakin dekat dengan akhir masa studi kami, berbagai emosi yang seringkali muncul secara intens, mengikuti hari-hari yang terus bergerak pergi. Semangat untuk segera mempersiapkan diri demi fase kehidupan selanjutnya terus tumbuh, tanpa bisa lepas dari kekhawatiran akan segala kemungkinan. Tak jarang penyesalan-penyesalan pun terkembang, dan rasa syukur tak selalu bisa melepaskannya dalam kelegaan. Semua perasaan-perasaan itulah yang berkombinasi dan mungkin terus menciptakan gejolak batin pada masing-masing diri kita. Mungkin itulah yang seringkali membuat kita begitu terokupasi pada diri kita sendiri, karena memang ia adalah tantangan berat yang harus dihadapi. Namun di samping semua itu, ada perasaan mungil yang sesekali muncul dan meminta sedikit ruang, perasaan yang mengingatkanku pada kita.

2014-06-03-09-53-47_deco(11 Februari 2012, Puncak Gunung Kencana)

Ingatkah kalian saat kita menghirup aroma khas udara pagi berkabut tepat ketika keluar dari tenda? Ingatkah kalian ketika kita menyantap masakan hangat buatan kita (yah, meski aku tak pernah berkontribusi banyak dalam urusan masak-memasak) di malam-malam dingin sebelum kita terlelap? Masih ingatkah kalian saat kita harus berlari tergesa sambil tetap memanggul carrier untuk menuju puncak gunung? Ingatkah kalian saat kita berlima belas menatap hamparan muka bumi di antara kaki-kaki gunung sambil terus bernyanyi meski mungkin tak merdu sama sekali? Dan masih ingatkah kalian akan malam-malam yang kita habiskan bersama, terjaga dan bercerita tentang apa yang kita rasa? Aku masih mengingatnya betul dan entah mengapa ingatan itulah yang terus muncul sesekali di antara hiruk pikuk pikiran lain. Aku rindu perjalanan-perjalanan serta pembicaraan-pembicaraan di antara kita.

Tahukah kalian bahwa aku cukup menyesalkan fakta bahwa di penghujung masa kuliah ini, aku masih belum mampu memberikan banyak hal untuk rumah kita, bahkan untuk hal kecil seperti kehadiran? Tapi, aku ingin kalian tahun bahwa dalam setiap kesempatan aku kembali ke rumah, aku benar-benar merasa telah ‘pulang’, sesingkat apa pun itu (saat kita membahas tentang iklan yang kalian bintangi, suatu siang di Kantin Lama, misalnya). Selain itu, aku pun ingin kalian tahu bahwa aku ingin menutup masa pendidikan di sini dengan sebuah perjalanan bersama kalian. Semoga itu bukanlah harapan yang muluk-muluk.

Terima kasih dan sampai jumpa dalam perjalanan itu.

 

Teruntuk para anak panah yang telah melesat jauh dan dinanti kepulangannya:

mtf_iYEDW_150

G-045-Ψ UI : Amelya Dwi Astuti
G-046-Ψ UI : Rima Rizki Kuswisnu Wardani
G-047-Ψ UI : Pradina Paramitha
G-048-Ψ UI : Yulita Astriani Putri
G-049-Ψ UI : Kamalia
G-050-Ψ UI : Muhammad Edma Khairan
G-051-Ψ UI : Absharina Izzaty
G-052-Ψ UI : Nadya Annisa Prasanti
G-053-Ψ UI : Aulia Nadilah
G-054-Ψ UI : Muhammad Kautsar Ramadhan Sukin
G-055-Ψ UI : Anah Rabi’ah
G-056-Ψ UI : Annisa Dwi Astuti
G-057-Ψ UI : Bimo Bramantyo
G-059-Ψ UI : Hanifah Nurul Fatimah

dari G-058-Ψ UI: Gumilang Reza Andika

Advertisements