Chelonia Mydas

by gumilangra

IMG_8762Tukik yang akan meninggalkan pantai Ujung Genteng menuju lautan luas, Sabtu, 5 Januari 2013

(gambar di atas diambil oleh Hana Maryana)

Penyu hijau adalah salah satu dari sekian banyak jenis spesies makhluk hidup yang saya kagumi dan—tanpa alasan khusus saya—sayangi. Mereka yang juga disebut sebagai Chelonia mydas ini masuk dalam nominasi pejuang terhebat versi saya.

Perjuangan panjang mereka bahkan dimulai dari detik pertama mereka bersentuhan langsung dengan dunia luar: ketika mereka memecahkan cangkang telurnya masing-masing dan menyeruak keluar. Saat mereka masih berstatus sebagai tukik kecil, mereka kembali berusaha untuk menyeruak. Melewati saudara-saudara mereka, baik yang masih di dalam telur maupun yang sudah keluar serta potongan-potongan cangkang telur yang saling berhimpitan dan bertumpuk. Lalu merangkak keluar dari lubang pasir tempat mereka lahir.

Perjuangan mereka sebelumnya hanya langkah pembuka dalam kehidupan mereka. Setelahnya, mereka masih harus menggerakkan sirip-sirip dan membawa tubuh kecil mereka melewati hamparan pasir yang membentang hingga bibir pantai. Mereka pun tanpa ragu menghampiri laut yang seakan terus menolak kehadiran mereka dengan ombaknya, Didorong oleh nalurinya untuk terus hidup, mereka terus maju meskipun terus terhempas pula. Tapi, kelelahan luar biasa yang mereka alami sama sekali tak sebanding dengan harga kehidupan yang akan mereka dapatkan di laut luas sana.

Kehidupan di lautan pun tak selalu nyaman dan aman. Tak jarang terdapat pemangsa yang menjadikan mereka salah satu preferensi menu makanan. Atau mungkin menjadikan tubuh kecil mereka sekadar cemilan. Tapi sekali lagi, kehidupan di lautan luas yang penuh bahaya jauh lebih berharga dan akan membuat mereka menjadi sebenar-benarnya penyu dibandingkan dengan kehidupan di yang aman dan datar di pesisir.

Terdapat perilaku lain dari penyu hijau yang kukagumi. Sayangnya, perilaku ini hanya terdapat pada penyu hijau betina: penyu betina tak akan pernah lupa tempat mereka lahir dan memulai perjalanan hidupnya, dan mereka akan selalu kembali ke tempat itu untuk mempertahankan jenisnya melalui perkembangbiakkan. Seakan mereka mengingat betul tempat asal mereka serta bagaimana perjuangan mereka dahulu. Lalu, memastikan bahwa anak-anaknya harus belajar dan menjadi tangguh sebagaimana dirinya.

Perjuangan, bagaimanapun bentuknya, adalah usaha yang dimulai dari diri sendiri. Terkadang kau perlu melewati himpitan kerumunan—yang mungkin adalah teman-temanmu—dan berjuang untuk hal yang benar-benar bermakna untukmu. Melewati halangan dan rintangan yang dapat menghempaskanmu kapan saja. Menghadapi musuh-musuh—dari dalam dan luar diri—yang pada kondisi tertentu mampu dengan mudah meremukkanmu. Percayalah bahwa tak jarang hal yang membuatmu lelah dan terus bekerja keraslah yang pada akhirnya membuatmu benar-benar menjadi manusia seutuhnya.

Sekarang, tolong izinkan tukik kecil ini menghampiri pantai berombak, pintu menuju lautan luas di mana ia akan benar-benar bebas, terlepas dari segala kemungkinan bahaya yang ada.

Referensi:

General Behavior Patterns of Sea Turtles. http://www.conserveturtles.org/seaturtleinformation.php?page=behavior

Advertisements