Losing Parts of Me

by gumilangra

“…losing parts of me I thought I needed.”-Sarah Kay dan Phil Kaye dalam When Love Arrives

Malam itu aku memutuskan untuk mengunjungi Bapak. Untuk meyampaikan beberapa hal, meminta izin, dan meminta sesuatu yang tanpa perlu kuucapkan pun ia sudah tahu.

Setibanya aku di tempatnya, aku langsung disuguhi keripik singkong. Aku suka sekali keripik singkong. Sambil bercerita, aku terus memasukkan keping demi keping keripik singkong. Asin dan gurih. Rasa yang begitu menyenangkan jika kau baru saja bepergian atau berkendaraan dalam waktu yang lama atau agak lama.

Aw. Tiba-tiba gigi geraham belakangku tiba-tiba memberi isyarat berupa rasa nyeri. Entah pada keping keberapa. Ada potongan keping yang tersangkut, pikirku. Jari-jariku yang penasaran langsung melongok ke dalam rongga mulut, mencari-cari keping itu. Sayangnya mereka tidak bisa melihat. Pun bisa melihat, di dalam sana terlalu gelap. Mereka meraba-raba. Agak lama. Tak ditemukan apa-apa.

Aku meminta tusuk gigi kepada Bapak. Mungkin lebih efektif, pikirku. Ia pun ikut masuk ditemani jari-jari. Dengan tubuh kurus langsingnya, ia meraba-raba hingga sela-sela di antara geraham. Agak lama. Tak ditemukan apa-apa. Sensasi nyeri masih terasa.

Jari-jari sepertinya frustrasi. Tapi mereka kembali mencari. Nyeri ini harus segera diatasi.

Kali ini mereka agak gusar. Menabrak geraham-geraham dengan sedikit kasar.

Aw. Nyeri makin menjadi.

Kami pun sadar, geraham belakang yang sudah berlubang sedikit bergoyang saat kena tendang.

Pasti ini sumber sensasi nyeri!

Jari-jari pun sengaja mendorong si geraham goyang. Nyeri. Dorong. Nyeri. Dorong. Entah sudah berapa kali. Akhirnya si geraham goyang tumbang.

Diangkatlah ia keluar. Kondisinya mengenaskan. Ia terbelah jadi dua bagian.

Lalu sensasi nyeri perlahan berkurang. Berkurang. Berkurang. Menghilang.

Tapi rasanya ada yang kosong. Pengisi ruang di rahang menghilang bersamaan dengan sensasi nyeri. Padahal geraham itu bukan gigi susu. Aku akan terus membutuhkannya sepanjang waktuku.

Tapi kini rasanya kosong.

Ternyata kehilangan–terpisah dari–sumber rasa sakit tidak semenyenangkan yang aku duga.

Advertisements