Kenopsia

by gumilangra

alone_on_the_beach_by_the_bigguy-d42fjrt(image source is here)

Bukan aku begitu membenci keramaian dan keriaan, hanya saja sering kali aku terlalu takut untuk melebur di dalamnya. Dalam riuh rendah euforia orang-orang di sekelilingku, aku cenderung untuk berdiri sendiri dalam kekakuanku. Kikuk, bahkan tampak seperti menuju sikap menarik diri dari mereka. Hampir tak pernah bertahan lama dan dengan luwes mengurai ekspresi ceria, meski hati luar biasa bahagia.

Dan ya, sikapku itu bukan buah dari kebencian atau ketidaksukaan pada kebahagiaan dan perayaan dari orang-orang di sekelilingku. Aku hanya terlalu takut—semoga saja hanya karena belum terbiasa—akan konsekuensi yang mengikuti jika aku tenggelam terlalu dalam. Karena tanpa aku atur sedemikian rupa, kesadaranku selalu mengingatkan bahwa setiap keramaian dan euforia lambat laun akan mereda. Meninggalkan senyap yang seakan membuat semua kegembiraan habis terlahap. Layaknya menghabiskan satu tong anggur berumur puluhan tahun bersama-sama orang tercinta dalam suatu pesta. Tak bersisa dan lenyap. Dan segera setelah itu, kita akan sadar bahwa orang-orang akan beranjak pergi dalam rutinitas masing-masing, sementara butuh waktu cukup panjang untuk mengolah kembali hal berharga itu.

Kesendirian yang kudapatkan segera setelah mengekspresikan diri dalam euforia membawa keadaan yang terlampau hampa sebagaimana meloncat dari dua titik ekstrim, dari ketinggian yang begitu tinggi menuju kerendahan yang begitu rendah. Sangat mungkin untuk meremukkan. Maka dari itu aku lebih suka mengemas perayaan dengan hal-hal kecil dan sederhana, namun sepersisten mungkin agar keriaan yang memeluk selalu berada pada kondisi stabil. Terlebih, lagi hingga saat ini belum ada makhluk yang bisa kuandalkan untuk mengontrol atmosfer di sekelilingku agar segera menuju pada kondisi seimbang ketika berada pada titik ekstrim.

Tapi setelah kupikir-pikir kembali, aku juga tak bisa terlalu mengandalkan makhluk lain untuk perkara semacam ini. Karena pada akhirnya, semua orang akan menuju kesendirian. Misalnya kesendirian yang paling pasti: saat orang-orang yang kita cintai dengan perlahan meninggalkan kita sendirian di dalam lubang berukuran 1×2 meter yang gelap. Maka dari itu, perlu rasanya aku lebih membiasakan diri dengan kesendirian. Sehingga jika suatu saat secara tiba-tiba euforia duniaku berganti dengan ruang pribadi yang gelap dan sempit di mana aku hanya tinggal sendiri, aku mungkin bisa sedikit lebih terbiasa.

Referensi:

http://www.dictionaryofobscuresorrows.com/post/27720773573/kenopsia?a_aid=3598aabf

Advertisements