Retak

by gumilangra

Senin, 23 April 2012

Di awal hingga pertengahan hari itu, semua berjalan seperti biasa. Dan kupikir, keadaan seperti itu akan bertahan hingga hari berganti. Tapi menjelang petang, berbagai kejadian tak terduga datang secara beruntun. Berawal dari tertahannya aku di suatu tempatyang cukup menyenangkan pada awalnya, namun menjadi semakin menyebalkan seiring dengan berlalunya waktuhingga menjelang malam. Sesampainya di Fakultas Psikologisetelah berhasil meloloskan diri dari tempat itupun aku dihadapkan pada suatu permasalahan yang harus segera dipecahkan. Seharusnya bukan hal yang memberatkan bagiku, apalagi mengingat bahwa pemecahan masalah itu merupakan tanggung jawabku. Dan dengan bantuan dari rekan-rekankuyang luar biasa, jalan keluar dari permasalahan itu menjadi kian jelas.

Namun seperti yang dimaksudkan dalam sebuah pepatah, “Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak”, kehidupan didepan kita adalah rahasia Allah, untung maupun malang sering datang tiba-tiba tanpa disangka. Sebuah kejadian yang sangat tak terduga terjadi padakudan rekan-rekan yang menemaniku malam ituKejadian yang sepertinya akan memberi perubahan signifikan di kehidupanku. Kejadian yang membuatku tak henti mengingat dua orang yang paling kusayangi malam itu. Kejadian yang membuatku tak henti berpikir, “Apa yang harus kulakukan?”. Kejadian yang membuatku meluapkan emosi yang sudah kutahan sejak beberapa jam sebelumnya. Dan kejadian yang mampu membuatku semakin sadar bahwa aku dikelilingi oleh orang-orang sangat baik.

Setelah melalui perjalanan yang terasa jauh lebih panjang, lama, dan melelahkan, akhirnya aku sampai di rumah. Sejenak aku merenung dan akhirnya menyadari bahwa belakangan ini aku terlalu disibukkan oleh berbagai pekerjaan, hingga mungkin tanpa disadari, aku sedikit menjauh dari-Nya. Aku pun sadar bahwa hari itu aku kurang sabar dalam menghadapi berbagai situasi. Dan aku pun sadar, bahwa ada kalanya aku harus berhenti sejenak dan mencoba merenungi diri. Mungkin saat ini, aku memang pantas untuk diberi teguran. Dan aku yakin bahwa teguran ini dimaksudkan agar aku mampu menjadi manusia yang lebih baik.

“Smile, even though deep inside you wanna cry. Cause James-Lange said, smile first, and feel happy later. :)” – Fatima Zahra

Now, let’s smile and keep hoping that everything will gonna be alright. :)

Advertisements