Yang Pertama Kali

by gumilangra

(image source is here)

Ada banyak tempat-tempat menarik di kampus dimana aku menimba ilmu saat ini.

Salah satunya adalah Perpustakaan Pusat yang berdiri megah dengan gaya eksentriknya di tepi danau yang kehijauan. Perpustakaan yang seringkali membuat warga kampus ini bangga.

Selain itu ada pula Balairung yang luar biasa besar. Yang selalu menyambut ribuan mahasiswa baru dan melepas wisudawan yang tak kalah banyaknya setiap tahun.

Lalu… koridor-koridor, kantin-kantin, selasar-selasar, dan taman-taman di kampusku. Yang selalu hidup oleh semangat para penimba ilmu yang sedang bersuka cita atau berdiskusi tentang cita, cinta, dunia dan hal-hal semacamnya.

Dan ada juga jalan-jalan setapak yang melingkari kampus ini, dimana aku dapat berlari dan menikmati angin yang berhembus berlawan arah denganku. Tempat dimana aku dapat menghidu aroma rumput yang melayang di udara pada waktu-waktu tertentu.

Tapi tahukah kalian, tempat apa yang membuatku terpesona dan jatuh cinta pada pertemuanku yang pertama dengan kampus ini?

Tempat itu adalah hutan rindang yang menaungi kampus ini. Hutan yang memberi keteduhan di kota yang gersang ini. Rasanya sulit untuk tak jatuh cinta pada tempat seindah itu… terutama jika ia menyambut kalian saat hujan menurunkan rintik air yang lembut.

Maka dari itu, sedih rasanya jika ia harus dibabat demi memfasilitasi keinginan serta nafsu sesaat atau agar kampus ini terlihat hebat.

Jadi… saya mohon, tuan-tuan, tolong lindungilah ia yang saya—dan orang-orang lainnya—cintai. Lindungilah ia sebagaimana ia melindungi kita. :)

Errr… tapi, rasanya aneh jika menganggap hutan itu sebagai sebuah tempat. Karena ia, jauh lebih dari sekedar tempat… mungkin lebih tepat jika ia kusebut… sahabat.

Oh, ya. Hutan itu adalah salah satu saksi bisu atas janji yang kuseru—dalam hati—pada hari itu…

Advertisements