Jatuh Bangun Meninjau Pustaka-pustaka

by gumilangra

Jatuh Bangun Meninjau Pustaka-pustaka

oleh: Gumilang Reza Andika

(image source is here)

Setelah minggu-minggu Ujian Tengah Semester (UTS) berakhir, tepatnya pada hari Senin, 7 Desember 2011, saya dan teman-teman saya ditugaskan untuk membuat sebuah literature review (tinjauan pustaka) sebagai tugas pengganti UTS untuk mata kuliah Logika dan Penulisan Ilmiah (Logpenil). Pada awalnya, saya mengira bahwa tinjauan pustaka hampir sama dengan resensi buku, dimana kita hanya meninjau dan mengulas sebuah buku dalam sebuah tulisan. Sedangkan tinjauan pustaka sendiri adalah hasil dari peninjauan kembali pustaka-pustaka yang terkait dengan permasalahan yang diangkat dalam sebuah tulisan.

Saat saya diberikan tugas untuk membuat tinjauan pustaka, saya bertekad kuat untuk mengerjakannya secara maksimal. Salah satu faktor yang menjadi pemicunya adalah ketidakmampuan saya dalam mengerjakan tugas mata kuliah Logpenil sebelumnya, yaitu membuat resensi film, secara maksimal karena ada banyak kegiatan yang menyita waktu saya. Sehingga, waktu yang saya miliki untuk mengerjakan tugas menjadi sangat terbatas. Selain itu, kemampuan manajemen waktu yang masih kurang baik serta kebiasaan buruk untuk menunda-nunda pekerjaan juga turut berkontribusi dalam memperburuk keadaan. Oleh karena itu, pada proses pengerjaan tugas ini saya berusaha lebih keras untuk dapat memanfaatkan waktu yang saya miliki—meskipun terbatas—untuk menyelesaikan tugas ini dengan baik.

Untuk membuat tinjauan pustaka, langkah pertama yang saya lakukan adalah menentukan tema dan permasalahan yang ingin diangkat dalam tulisan. Pada awalnya, saya tertarik untuk membahas permasalahan yang berada dalam ruang lingkup psikologi olahraga. Saya pun segera mencari pustaka-pustaka yang akan saya gunakan sebagai sumber dalam penulisan tinjauan pustaka saya, dan tempat tujuan pertama saya untuk mencarinya adalah Perpustakaan Fakultas Psikologi UI. Tak butuh banyak waktu bagi saya untuk menemukan buku yang membahas tentang olahraga di perpustakaan tersebut. Dengan semangat, saya pun mengambil buku berjudul Handbook of Sport Psychology yang cukup tebal, meminjamnya, dan keluar dari perpustakaan.

Sambil membawa buku tebal itu, saya pergi ke Kantin Psikologi (Kancil) untuk makan siang bersama teman-teman saya. Sambil menanti pesanan gado-gado kesukaan saya, saya buka buku itu dan menelusuri daftar isinya. Setelah melihat daftar isi dan membuka buka halaman demi halaman dalam buku itu sambil membacanya secara singkat, saya agak kecewa karena ternyata pembahasan tentang psikologi olahraga dalam buku itu tidak sesuai harapan saya. Hal itu pada akhirnya membuat ketertarikan saya untuk mengangkat permasalahan dalam ruang lingkup psikologi olahraga menjadi berkurang.

Setelah menutup buku itu, saya pun mengobrol dengan teman-teman—meski lebih sering diam daripada berbicara—sambil mulai menyantap gado-gado yang telah tiba di meja. Dalam obrolan itu, teman saya sedikit membahas tentang agama. Saya berpikir, “Hmmm, kenapa bukan psikologi agama saja?”, dan segera mencari informasi mengenai psikologi agama memalui internet. Setelah membaca beberapa artikel tentang  psikologi agama, dengan mantap saya tetapkan bahwa saya akan membuat tinjauan pustaka yang mengangkat permasalahan dalam ruang lingkup psikologi agama.

Untuk mencari pustaka-pustaka sebagai acuan penulisan tinjauan pustaka saya, saya lebih sering menggunakan layanan jurnal online yang dilanggan UI daripada buku-buku yang ada di perpustakaan karena saya merasa bahwa sedikit sekali buku-buku di perpustakaan yang berisi informasi yang saya butuhkan. Hampir setiap sore saya menghabiskan waktu di perpustakaan untuk mencari jurnal. Meskipun ada paksaan secara tidak langsung—dalam bentuk tugas—untuk membaca jurnal, namun saya cukup menikmatinya karena informasi yang saya dapat dari jurnal sesuai dengan minat saya. Hal itu pun membuat saya semakin termottivasi untuk membuat sebuah tulisan yang lebih baik dari sebelumnya.

Walaupun saya menikmati proses pembuatan tinjauan pustaka tersebut, bukan berarti tak ada halangan bagi saya untuk menyelesaikannya. Kesibukan, penundaan, dan manajemen waktu yang buruk kembali menghambat terselesaikannya tinjauan pustaka saya. Salah satu kegiatan yang menyita cukup banyak waktu—yang bisa dipakai untuk mengerjakan tugaas—adalah Acara Puncak PDKM (Pelatihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa) Opera yang diselenggarakan pada Jumat-Minggu, 11-13 November 2011 di Bogor. Padahal, sehari sebelum hari keberangkatan saya dan perserta PDKM Opera lainnya ke Bogor, saya dan teman-teman sekelas saya ditugaskan oleh Mbak Fitri (Dosen mata kuliah Logpenil) untuk membuat semacam draft kasar dari tinjauan pustaka yang akan kami buat dan mengumpulkannya pada hari Senin. Karena terbatasnya waktu pengerjaan, draft kasar yang saya kumpulkan pun benar benar terbatas, hanya terdiri dari paragraf pembukaan.

Di hari-hari selanjutnya, kesibukanku semakin menjadi-jadi. Dalam minggu ketiga di bulan November, ada tiga hal yang membuatku merasa bahwa 24 jam dalam sehari itu tidak cukup untuk menyelesaikan hal itu. Yang pertama adalah persiapan untuk pendidikan dan pelatihan (diklat) lapangan kedua Gandewa, dimana saya menjadi ketua kelompok; sedangkan yang kedua adalah pembuatan rencana bisnis untuk seleksi masuk CEDS (Center for Entrepreneurship Development and Studies) UI; dan yang ketiga adalah tugas untuk membuat tinjauan pustaka.

Pada hari Kamis, 17 November 2011, yaitu hari pengumpulan hasil akhir tinjauan pustaka, dengan berat hati saya menyerahkan hasil pekerjaan saya yang masih berantakan kepada Mbak Fitri. Saya pun mengungkapkan tentang kondisinya kepada Mbak Fitri dan bertanya apakah saya dapat merevisinya atau tidak, lalu beliau kurang lebih menjawab,”Daripada kamu repot-repot merevisi, lebih baik kamu save energy buat yang lain. Nilainya nanti akan diambil dari hasil final setelah diberi feedback”. Jawaban singkat itu membuatku sangat lega, karena aku masih memiliki kesempatan untuk memperbaikinya.

Senin, 21 November 2011, hasil pekerjaanku yang sudah dibaca dan diberi feedback dikembalikan oleh Mbak Fitri. Ternyata, Mbak Fitri membaca dan mengoreksi setiap tinjauan pustaka yang kami buat. Di kertas hasil pekerjaanku, terdapat banyak tulisan-tulisan tangan yang menunjukkan mana saja bagian dari tinjauan pustaka yang perlu diperbaiki. Menurut saya, hal itu sangat berguna dalam proses revisi tinjauan kami.

Senin, 27 November 2011, hari pengumpulan revisi tinjauan pustaka pun tiba. Dengan mengacu pada feedback dari Mbak Fitri, saya berhasil menyelesaikan tinjauan pustaka saya dengan lebih baik. Meskipun menurut pendapat teman, tinjauan pustaka buatan saya masih kurang baik, namun saya tetap bersyukur karena telah memiliki kesempatan untuk memperbaikinya.

Selama proses pembuatan tinjauan pustaka tersebut, banyak hal berguna yang saya dapatkan, seperti informasi menarik dari jurnal dan artikel yang “terpaksa” saya baca; pengetahuan tentang penulisan ilmiah yang benar; pelajaran tentang betapa menyenangkannya menulis sesuatu yang sesuai dengan minat; dan pelajaran tentang betapa pentingnya manajemen waktu, terutama disaat kita memiliki waktu luang yang sangat sedikit. Dengan berbekal pengalaman dalam membuat tinjauan pustaka tersebut, saya berharap agar saya menjadi individu yang lebih baik, terutama dalam lingkup penulisan ilmiah.

Advertisements